Tampilkan postingan dengan label Jalur puncak 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalur puncak 2. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Maret 2016

Bangun Klaster Baru, Sentul City Terus Gaet Kelas Atas "Masuk" Bogor

http://sentulcityindonesia.blogspot.co.id/p/spring-mountain.html


BOGOR, KOMPAS.com - PT Sentul City Tbk kembali menawarkan dua klaster terbarunya, yakni Riverside Residence dan Santorini Residence. Kedua produk residensial tersebut disiapkan untuk membidik masyarakat kelas atas agar betah tinggal di kota mandiri Sentul City, Bogor, yang seluas 3.100 hektar.

Direktur Marketing PT Sentul City Tbk, Hartan Gunadi, mengatakan peluncuran kedua klaster baru itu akan dilakukan pada 29 Maret 2014. Dibangun di lahan seluas 8,1 hektar, lanjut Gunadi, Riverside Residence akan terdiri dari 124 unit rumah 2 lantai bergaya mediterania modern.

"Untuk tahap pertama yang dipasarkan sebanyak 28 unit," kata Gunadi kepada Kompas.com, Sabtu (22/3/2014).

Unit-unit hunian itu terdiri dari 4 tipe, yakni tipe A Down Slope berukuran luas bangunan (LB) 200 m2, tipe B Down Slope berukuran LB 205 m2, tipe C Up Slope berukuran LB 203 m2 dan tipe D Flat dengan LB 210 m2. Semua tipe memiliki luas tanah (LT) 300 m2.

Gunadi menjelaskan, hunian di klaster Riverside Residence memiliki kamar tidur 4 + 1 ini dipasarkan dengan harga perdana mulai dari Rp3,5 miliar. Di dalam kawasan klaster itu juga akan dibangun club house di lahan seluas 3 ribu m2 dan memiliki luas bangunan 1.000 m2.

"Selain itu, jalan utamanya kami buat lebar dengan ROW 20 meter dan jalan lingkungan ROW 10 meter," ujarnya.

Sementara itu, klaster Santorini Residence akan berisi 100 unit rumah berdesain modern tropik dengan 4 + 1 kamar tidur. Ada 3 tipe yang ditawarkan yakni tipe A dengan luas bangunan (LB) 135 m2 Flat, tipe B dengan LB 135 m2  Flat, dan tipe C dengan LB 135 m2 Upslope. Ketiga tipe memiliki luas tanah (LT) 200 m2.

"Tahap pertama akan dipasarkan sebanyak 18 unit rumah dengan harga perdana mulai Rp2 miliar," kata Gunadi.

Nantinya, kedua klaster baru itu dipasarkan dengan 3 cara pembayaran, yakni tunai, tunai bertahap sampai 60 kali, dan KPR dengan uang muka sebesar 30 persen.

"Uang mukanya dapat dicicil 12 kali," katanya.

Sementara itu, menurut Wakil Presiden Direktur PT Sentul City Tbk, Andrian Budi Utama, untuk kebutuhan akses, lokasi Sentul City sangat menguntungkan. Saat ini lokasi Sentul City memiliki dua akses tol langsung, yakni melalui pintu Sentul Selatan di ruas tol Jagorawi, dan tol Bogor Outer Ring Road (BORR). Tol BORR tahap kedua dari perempatan Jl. Pajajaraan-Jl. Raya Bogor ke Taman Yasmin (Jl. K.H. Soleh Iskandar) saat ini sedang dalam proses pembangunan.

"Untuk menghindari antrean panjang saat memasuki Sentul City, loket tol di pintu Sentul Selatan sudah ditambah dari 5 loket menjadi 9 loket," kata Andrian. 
 
Penulis Latief
Sumber : http://properti.kompas.com/read/2014/03/23/1102476/Bangun.Klaster.Baru.Sentul.City.Terus.Gaet.Kelas.Atas.Masuk.Bogor?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd

Rencana Pengembangan Akses jalan di Timur Kabupaten Bogor


Jalur Puncak 2 alias Jalan Poros Tengah Timur

Bogor akan memiliki jalur alternatif lain menuju puncak. Jalur utama yang biasa ditempuh melewati rute Ciawi – Megamendung – Cisarua akan memiliki alternatif lain melewati jalan poros tengah timur. Letak geografis Bogor yang jauh dari laut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu di Bogor. Dengan diselesaikannya jalur puncak dua secara bertahap, diharapkan wisatawan yang ingin liburan ke bogor dan wisata ke Bogor  dan sekitarnya dapat memiliki kemudahan akses.
Peta Jalur Puncak
Gambar Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor
Peta Kota Bogor
dok. Donny
Pelantikan Bupati Bogor dengan masa jabatan tahun 2013-2018 telah diselenggarakan pada 24 Maret 2015 di Gedung Tegar Beriman Cibinong yang menjadi saksi serah terima jabatan dari mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin kepada Hj.Nurhayanti. Kehadiran Bupati Bogor yang baru dilantik memberikan harapan tersendiri bagi masyarakat kabupaten Bogor. Bapak Gubernur Jawa Barat berpesan untuk memberi perhatian pada pembangunan infrastruktur Kabupaten Bogor seperti upaya mitigasi dan pemetaan terhadap lokasi rawan bencana serta pengendalian pembangunan agar tidak merusak lingkungan.
Gerakan Tanam Pohon
Setelah memegang jabatan sebagai Bupati Bogor, Ibu Hj. Nurhayanti, SH. MM. M.Si, pada 27 Maret 2015 bersama jajaran staf dan Universitas Pertahanan Indonesia melakukan Gerakan Tanam Pohon untuk mewujudkan infrastruktur hijau menuju kabupaten termaju di Indonesia. Gerakan ini berlangsung di Desa Hambalang Kecamatan Citeureup, kawasan poros tengah  timur yang juga menjadi jalur alternatif puncak dua. Melibatkan pihak-pihak dari dinas terkait, acara dimulai pukul delapan pagi dengan olahraga bersama.
Jalur poros tengah timur atau jalur puncak dua ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di daerah Puncak. Pembangunan secara merata pun diharapkan antara pusat dan daerah yang terletak di jalur puncak dua, sehingga kemudahan akses melalui jalur puncak dua ditargetkan terwujud pada tahun 2018. Jalur poros tengah timur juga sangat penting diwujudkan karena menjadi penghubung wilayah-wilayah di Kabupaten Bogor, yaitu Kabupaten Bekasi dan Cipanas. Bupati Bogor memprediksi wilayah ini akan menjadi tempat kegiatan otomotif, ecopark, ekonomi kreatif, dan wisata terpadu lainnya. Gerakan Tanam Pohon termasuk dalam upaya pengamanan asset pemerintah daerah berupa tanah hibah dari para pengusaha dan masyarakat. Selain itu juga sebagai tindakan reboisasi dan rehabilitasi lahan di sekitar kawasan poros tengah timur.
sumber: idu.ac.id
Setelah Bupati Bogor memberikan sambutan, penanaman 1000 pohon mahoni dilakukan. Semoga masyarakat dapat merasakan manfaat dibangunnya jalur puncak dua. Pemberlakukan buka tutup jalur yang selama ini dilakukan oleh Polres Bogor dirasakan masih belum cukup untuk mengurai kemacetan karena semakin hari terutama saat libur, kepadatan kendaraan semakin tak terkendali.
Penanaman Pohon
sumber: idu.ac.id